Senin, 20 April 2015

Berwisata Ke Pulau Samosir Di Danau Toba


Berwisata ke Pulau Samosir yang merupakan ikon pariwisata di Sumatera Utara sangat menyenangkan, Pulau Samosir terletak di tengah – tengah Danau Toba berada di ketinggian sekitar 1000 meter dpl pemukaan air, Pulau Samosir menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Danau Toba. 
Pulau Samosir termasuk salah satu tempat wisata terbaik di Sumatera Utara, Pulau ini memiliki keindahan alam yang masih terjaga dengan baik.

Pulau indah di Sumatera ini menyimpan beragam kisah menarik yang dapat di teladani, para Pengunjung dapat mempelajari sejarah dan riwayat suku Batak di Pulau nan cantik ini.
Berwisata ke Pulau Samosir di Sumatera Utara para wisatawan dapat mempelajari silsilah adat budaya Batak namun juga dapat memburu beragam aksesoris mulai dari baju khas Batak hingga kain tradisional khas Batak yang banyak di jajakan para pengrajin atau industri rumahan dengan harga yang sangat miring.

Tuktuk merupakan salah satu daerah yang berada di area Pulau Samosir, kawasan Tuktuk dimanfaatkan sebagai area konsentrasi para wisatawan saat berwisata ke pulau Samosir. 
Dari Parapat, para Wisatawan biasanya singgah di Tuktuk untuk kemudian melanjutkan perjalanan menyebrangi Danau Toba dengan menggunakan Boat atau Kapal Feri.


Namun jika perjalanan melintasi jalur darat para wisawatan biasanya mengambil jalur Pangururan untuk menuju ke Pulau Samosir. 

Kawasan Pangururan merupakan kecamatan yang merupakan wilayah persimpangan antara Pulau Samosir dan Pulau Sumatera.

Berwisata ke Pulau Samosir Anda dapat menikmati keindahan alam yang masih alami, Anda dapat menjelajahi area perbukitan Hijau dan menyaksikan panorama Danau Toba yang sangat indah, bagi Wisatawan yang berkunjung ke Pulau Samosir tak perlu cemas sebab di kawasan Tuktuk Anda dapat menyewa beberapa Hotel dan Penginapan di Pulau Samosir, mulai dari Hotel berbintang hingga Resort di Pulau Sampsir dan menyewa Homestay milik penduduk setempat.



Jumat, 10 April 2015

Wisata Alam Air Terjun Temam Di Lubuklinggau Sumatera Selatan


Air Terjun Temam yang terletak di Kecamatan Lubuklinggau Sumatera Selatan ini tak kalah cantik dengan Air Terjun Niagara yang terletak di perbatasan Kanada dan Amerika Serikat.

Untuk menikmati pesona Air Terjun di Lubuklinggau Anda bisa menempuh perjalanan dengan menggunakan kendaraan sepeda motor atau Mobil, kondisi jalan yang rata dan bagus membuat tempat wisata alam di Sumatera Selatan ini banyak di kunjungi para Wisatawan.

Air Terjun Temam memiliki ketinggian sekitar 12 meter dan lebar mencapai 25 meter, Air Terjun terpopuler di Sumatera ini terlihat sangat mempesona dengan bebatuan alam serta rindangnya pepohonan hijau yang mengelilingi area Air Terjun.

Berada di lokasi ini Anda akan menjumpai pesona keindahan alam yang masih alami, tepat dibawah Air Terjun terdapat kolam air jernih dengan tingkat kedalaman mencapai 4 meter.
Di Kolam ini bisanya para Pengunjung mandi dan berenang sembari merasakan sensasi kesegaran alam yang masih terjaga dengan baik.

Sebagian besar pengunjung remaja putera biasanya melakukan aksi melompat dari atas jembatan gantung lalu mereka menceburkan diri ke dalam kolam air yang berada tepat di bawah jembatan Gantung sepanjang 100 meter.

Jembatan Gantung yang melintang diatas kolam memiliki ketinggian mencapai 50 meter dari permukaan air Kolam.

Air Terjun Lubuklinggau pertama kali di temukan sekitar tahun 1920 oleh Orang Belanda, pasalnya sejak jaman penjajahan Belanda kawasan ini merupakan tempat liburan favorit bangsa Belanda.

Air terjun DI Lubuklinggau biasa di sebut sebagai Air Terjun Niagara yang ada di Indonesia, untuk meningkatkan jumlah wisatawan pihak Pariwisata dan pemerintah Lubuklinggau terus berupaya untuk menata dan mempercantik obyek wisata alam terbaik di Lubuklinngau dengan menyediakan berbagai fasilitas hiburan bagi anak – anak.

Saat malam hari keindahan Air Terjun di Lubuklinggau akan terlihat semakin mempesona, para Pengunjung akan melihat nuansa Air Terjun dengan cahaya berwarna warni.

Harga tiket masuk ke Air Terjun Temam sangat terjangkau yakni hanya sebesar Rp. 2000 untuk tiket masuk per orang dan Rp. 3000 untuk parkir kendaraan roda empat, bagaimana  dengan Anda ? tertarik untuk mengeksplorasi pesona alam Indonesia yang tersaji di Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

Selasa, 07 April 2015

Kedai Kopi Paling Terkenal Di Medan


Saat melancong ke Medan sebagian besar wisatawan selalu menyempatkan diri untuk ngumpul bareng rekan – rekan mereka di beberapa Café atau Kedai Kopi di Medan.

Berikut ini daftar Café dan Resto paling terkenal di Medan yang sering di jadikan tempat nongkrong paling asyik di Medan.

Kopi Ong

Kopi Ong yang terletak di Jalan Dr. Mansyur no. 39 Medan ini hadir dengan konsep jaman dulu dan terkesan unik dengan tatanan lampu lampion yang sangat Cantik dan meja Kursi yang terlihat klasik.
Sembari menikmati secangkir Kopi di Kopi Ong, para pengunjung akan dimanjakan dengan alunan musik klasik yang menentramkan.


Kedai Kopi Ong di dirikan oleh Ong Cin Kie dan kini kelola oleh anak cucu keturunan mereka. Lebih dari 40 tahun Kedai Kopi ini selalu setia melayani para pelanggannya.

Menu andalan di Kopi Ong adalah Kopi Terbalik yang di suguhkan dengan Gelas terbalik di atas pisin (piring kecil sebagai tatakan).

Kopi yang disajikan pun bukan sembarang Kopi, Seduhan Kopi yang tersedia di Kedai kopi ini di menggunakan Kopi berkwalitas dengan campuran rempah – rempah seperti kayu manis, cengkeh dan akar – akaran.

Selain menu Kopi Terbalik adapula Cemilan lezat lainnya seperti Loempia Tjap Kejoe Tjoklat, Ubi Goreng serta menu makanan seperti Nasi Goreng Belatjan Ong, Nasi Ayam Nyonya Ong, Bakmi Medan 

Café RuKaKo

Kedai Kopi di Medan yang juga terkenal adalah Rumah Kawan Kopi atau sering disebut sebagai RuKaKo.

Café dan Resto di Medan ini berkonsep Rumah Bangsawan dengan perpaduan interior Indonesia dan Belanda. 

Di Kafe ini terdapat beberapa jenis koleksi benda bersejarah yang jumlahnya hingga mencapai ratusan. 

Café ini di desain sedemikian cantik agar para pengunjung merasa nyaman dan relaks saat berada di Café RuKaKo.

Saat melintasi Pintu depan para Pengunjung akan menjumpai beberapa interior dengan motif ala Keraton Yogyakarta, dibagian lain terlihat sebuah rumah Panggung khas Melayu, hampir sebagian besar peralatan di Café RuKaKo menggunakan barang – barang peninggalan jaman Belanda, seperti mesin Kasir kuno dan Kulkas jaman Jepang yang di buat tahun 1910 silam, hingga kini masih menghiasi Kedai Kopi di Medan Café RuKaKo.

Minggu, 05 April 2015

Legenda Putri Hijau Dan Meriam Puntung Di Istana Maimun Medan


Istana Maimun Medan merupakan Istana Kasultanan Deli yang paling tersohor di Medan bahkan terkenal hingga ke mancanegara, karena kepopuleran Istana Maimun beberapa gambar Istana ini sering di jadikan hiasan oleh sejumlah Media, Majalah, Buku, Kartu Pos hingga Kaos oleh – oleh khas Medan.

Istana yang dibangun oleh Sultan Deli ini memiliki luas sekitar 2700 Meter dan merupakan Bangunan utama dari Taman Sri Deli bangunan dan Masjid Raya Al Mashun

Arsitektur Istana Maimun bernuansa timur tengah dengan perpaduan interior eropa, tepat di bangunan utama Istana terdapat sebuah Singgasana indah milik Sultan Deli. 

Di balik kemegahan Istana Maimun ternyata mrnyimpan sebuah legenda tentang Meriam Puntung dan Puteri Cantik yang berada di sekitar Istana Maimun.

Konon, dahulu ada seorang putri kesultanan Deli yang bernama Putri Hijau, kecantikan sang putri berhasil menaklukan hati semua Pemuda dan para Pangeran termasuk Raja dari Aceh yang juga tergila – gila pada sang Putri.

Sang Raja yang jatuh cinta dan tergila – gila pada Putri Hijau melamar Sang Putri dan ingin mempersungtingnya tapi apa daya lamaran Raja dari Aceh di tolak oleh Sang Puteri.

Hingga pada akhirnya Raja menjadi murka dan menyuruh para pengawalnya untuk menyerbu Istana.
Namun saat peperangan berlangsung terjadi sebuah keajaiban, adik laki-laki Putri Hijau berubah wujud menjadi sebuah Meriam yang terus – menerus menembakkan peluru kearah lawan, meski demikian peperangan akhirnya di menangkan oleh Raja dari Aceh dan Puteri Hijau berhasil ditangkap Raja.

Namun saat hendak membawa pergi Puteri dan berlayar terjadi peristiwa aneh, secara tiba- tiba muncul seekor Naga yang menghantam Perahu milik Raja Aceh hingga hancur lebur lalu Naga Raksasa itu mengambil Puteri Hijau, konon Naga Raksasa tersebut merupakan jelmaan dari Kakak tertua Puteri Hijau.

Hingga kini keberadaan Meriam Puntung sangat melekat dalam kehidupan nyata Masyarakat Medan.
Bagi Anda yang tertarik untuk mengunjungi sejarah Istana Maimun Medan dan menguak legenda Meriam Puntung, tempat wisata bersejarah di Medan ini buka setiap hari mulai pukul 9.00 Pagi hingga Pukul 15.00 sore.

Kamis, 02 April 2015

Keindahan Air Terjun Sipiso-piso Tongging Yang Melegenda


Air terjun Sipiso-piso Tongging yang terletak di Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, ini termasuk salah satu tujuan wisata terpopuler di Sumatera Utara.

Setiap tahunnya objek wisata terbaik di Sumatera Utara yang ini selalu ramai di kunjungi para wisatawan yang ingin menikmati kesejukan alam yang tersaji di sekitar Air Terjun Sipiso - piso.
Dinamakan Air Terjun Sipiso - piso karena bentuk Air Terjun ini hampir menyerupai Pisau, Sipiso - piso dalam bahasa Batak berarti Pisau - Pisau.

Air Terjun terindah di Sumatera ini memiliki ketinggian hingga mencapai 120 meter, airnya mengalir bebas dari atas Bukit dan tumpah membelah Bukit yang tinggi hingga terlihat seperti Pisau – Pisau tajam berwarna putih yang menghujam ke perut bumi.

Air Terjun ini berasal dari sumber mata air yang terdapat Kawah Danau sekitarnya.
Saat turun dari kendaraan dari tempat parkir mobil Anda sudah bisa menyaksikan keindahan Air Terjun yang legendaris dengan pemandangan alam yang sangat menakjubkan.

Air terjun Sipiso-piso Tongging ini letaknya bersebrangan dengan objek wisata Danau Toba dan menawarkan pesona alam yang sangat indah.

Untuk mencapai dasar Air Terjun ini Anda harus berjalan melewati seribu anak tangga dengan jalan yang berliku - liku dengan waktu pendakian sekitar 40 menit.

Saat melintasi anak tangga para pengunjung disarankan untuk tetap berhati – hati pasalnya di sepanjang anak tangga banyak sekali tebing tinggi dan curam.

Rasa lelah seakan sirna saat Anda sudah berada di dasar Air Terjun Sipiso-piso Tongging, Anda benar – benar akan merasakan sensasi petualangan yang sangat menyenangkan di tambah dengan kesejukan udara serta pemandangan alam yang sangat luar biasa indah dengan perpaduan Air Danau Toba yang berwarna biru, tak heran jika pariwisata di Sumatera Utara ini, menjadi destinasi wisata yang wajib Anda kunjungi.


Kamis, 26 Maret 2015

Vihara Gunung Timur Medan, Kelenteng Terbesar Di Sumatera


Vihara Gunung Timur Medan yang terletak di jalan Hang Tuah 16, Medan di nobatkan sebagai Vihara terbesar di Sumatera, luas Vihara secara keseluruhan mencapai 5000 meter persegi.

Vihara Gunung Timur atau disebut juga Kelenteng Tao ini merupakan tempat beribadah umat Tao terbesar di seluruh kota Medan dan Wilayah Sumatera ini biasa digunakan untuk merayakan Imlek dan Cap Go Meh.

Letak Vihara yang menghadap ke Sungai Babura yang dipercaya dapat membawa aura keberuntungan bagi kelenteng kuno ini.

Selain berdekatan dengan Sungai Babura, Vihara ini berada tak jauh dari tempat ibadah umat Hindu yakni Kuil Shri Mariamman, sebuah kuil Hindu Tamil yang berbentuk unik dan menakjubkan.

Para wisatawan yang berkunjung ke komplek Vihara Gunung Timur harus mentaati segala peraturan yang telah ditetapkan, selama berada di dalam Komplek Vihara pere Pengunjung tidak diperbolehkan untuk berbicara keras, mengambil foto di dalam kelenteng, dan bersikap arogan karena dapat mengganggu kekhusyukan ibadah umat Budhha yang sedang melakukan ritual sembahyang. 


Saat menginjakkan kaki di halaman Vihara Gunung Timur Medan yang sangat luas, para Traveller akan menjumpai dua Patung naga yang telihat gagah gagah di bagian atap vihara, lengkap dengan dua ekor ikan raksasa berkepala naga yang ada di belakang.

Beberapa ornamen juga tampak menghias bagian atap Vihara, tepat di depan pintu masuk Vihara terlihat beberapa patung Singa yang terbuat dari batu hitam dan dua patung Singa (Ciok Say) yang terbuat dari batu putih, keberadaan arca tersebut seolah untuk menjaga kesucian vihara. 

Sementara itu di bagian dalam Vihara terdapat sebuah bedug atau tambur yang hanya dibunyikan ketika akan melakukan ritual atau sembahyang.

Di bagian lain tepatnya di altar Buddha, terdapat Patung Buddha Meitreya dan Patung Dewi Kwan Im, sedangkan di sebelah kanan Vihara terdapat altar Toa Pek Kong (Da Bo Gong) dan Thay Suei, serta beberapa Patung Thien Kou (Anjing Langit) Arca Pek Ho Kong (Harimau Putih) dan Arca Tho Te Kong (Dewa Tanah).

Vihara Gunung Timur Medan merupakan replica dari vihara yang ada di Tiongkok.

Rabu, 25 Maret 2015

Pesona Air Terjun Telaga Dwi Warna Sibolangit Medan


Air Terjun Telaga Dwi Warna yang terletak di kawasan Hutan Sibolangit Medan menawarkan keindahan alam yang jarang di temui di tempat lainnya salah satunya perpaduan dua warna yang berbeda karena itulah air terjun ini di namakan Air Terjun Dwi Warna.

Disebut Air Terjun Dwi Warna karena Air terjun di Medan ini terdiri dari dua warna yang berbeda, mata air yang satu berwarna Biru sedangkan yang satunya lagi berwarna Putih.

Untuk menuju ke Air Terjun ini para Pengunjung harus menempuh perjalanan sekitar 3 jam dengan cara melintasi Hutan dan taman wisata yang ada di Hutan Sibolangit.

Sepanjang perjalanan Anda akan di temani rimbunnya pepohonan rindang serta menyaksikan pemandangan Bukit Hijau di sekitar Hutan, meski harus melintasi jalanan curam dan berbatu namun kelelahan seakan langsung sirna saat Anda tiba di lokasi Air Terjun berwarna Biru dan Putih.


Kawasan Hutan lindung di Sibolangit memang belum sepenuhnya terjamah oleh Pariwisata Medan hal tersebut di karenakan lokasi Air Terjun Dwi Warna letaknya agak tersembunyi, oleh karena itu bagi Pengunjung yang ingin menikmati keindahan Air Terjun di Sibolangit di sarankan untuk menyewa jasa Tour Guide atau Ranger hutan yang berpengalaman agar tidak tersesat di dalam hutan. 

Selain indah kawasan Hutan yang sunyi dan tenang kerap di manfaatkan para Pengunjung untuk mendirikan tenda kemah di sekitar Air Terjun Telaga Dwi Warna, mereka biasanya camping di Hutan ini untuk menikmati pesona alam yang masih alami dan jauh dari hiruk pikuk keramaian Kota Medan.

Jumat, 27 Februari 2015

4 Masjid Bersejarah Di Medan Jadi Ikon Pariwisata Kota Medan


Masjid Bersejarah di Medan ternyata tak hanya Masjid Raya Al-Mashun saja, masih ada beberapa Tiga Masjid tua di Medan yang juga menyimpan jejak sejarah Islam di Kota Medan.
Ketiga Masjid bersejarah di Medan ini banyak di kunjungi para Wisatawan domestic dan menjadikan Masjid Kuno ini sebagai Wisata Religi di Sumatera Utara.

Konon kabarnya ke tiga Masjid tersebut memiliki usia yang jauh lebih tua dari Masjid Raya Al-Mashun Medan, berikut ini ketiga Masjid tertua di Medan :

Yang pertama Masjid Raya Al-Osmani yang terletak di Jalan KL Yos Sudarso Km 19,5 Kecamatan Medan Labuhan, Masjid kuno ini di bangun pada tahun 1854 silam di dirikan oleh Raja Deli Sultan Osman Perkasa Alam.


Arsitektur  di Masjid Raya Al-Osmani ini di desain dengan konsep bangunan ala Timur Tengah dengan perpaduan India, Thiongkok, Melayu dan perpaduan arsitektur Spanyol.
Meski telah berusia lanjut namun keindahan Masjid Raya Al-Osmani ini masih terlihat indah dan menakjubkan.

Yang kedua ada Masjid Badiuzzaman Surbakti yang dibangun oleh Datuk Badiuzzaman Surbakti pada tahun 1885 silam.

Masjid Badiuzzaman Surbakti terletak di Kecamatan Medan Sunggal, banyak hal unik dibalik pembangunan Masjid kuno ini, konon menurut pengakuan para Sesepuh di Medan, Masjid Badiuzzaman Surbakti dibangun tanpa menggunakan Semen satu sendok pun, Masjid ini dibuat dari Putih telur.

Masjid tertua di Medan yang ketiga adalah Masjid Lama Gang Bengkok yang terletak di Jalan Masjid Kesawan, Medan. 

Masjid yang dibangun pada tahun 1890 ini berdiri diatas Tanah Wakaf milik Datuk Kesawan, sedangkan dana untuk pembanguan Masjid ini di peroleh dari salah satu Saudagar kaya asal Thinghoa yang bernama Tjong A Fie yang bukan beragam Islam.

Meski berbeda agama namun sifat toleransi antar umat beragama di Medan sangatlah kokoh.

Masjid ini dibangun dengan perpaduan arsitektur Melayu, China dan Timur Tengah, Arsitektur ini seolah menjadi symbol adanya kerukunan antar umat beragam di Kota Medan.

Dan yang ke empat ada Masjid Raya Al-Mashun yang didirikan oleh Sultan Ma’moen Al Rasyid pada tahun 1906.

Sultan Ma’moen Al Rasyid merupakan Penguasa ke-9 Kerajaan Melayu Deli, hingga kini Masjid Raya Al-Mashun menjadi salah satu ikon pariwisata kota Medan dan menjadi salah satu Masid bersejarah di Medan dengan arsitektur India , Melayu, Spanyol dan Timur Tengah.

Rabu, 25 Februari 2015

Sumur Suci Di Medan Yang Konon Dapat Menyembuhkan Penyakit


Sumur suci di Medan yang berada di salah satu bangunan Gereja bernama Kapel Maria Annai Velangkani ini setiap hari selalu dibanjiri para Wisatawan.

Konon Gereja Maria Annai Velangkani selain memiliki bentuk yang unik menyerupai bangunan Kuil Hindu dengan warna – warni yang cerah, di bawah Patung Maria Annai Velangkani terdapat sebuah sumur suci yang diyakini airnya bisa bermanfaat untuk menyembuhkan berbagai jenis Penyakit.

Gereja Graha Maria Annai Velangkanni yang dibangun pada tahun 2001 ini menggunakan arsitektur Indo-Moghal.

Pembangunan Gereja ini di cetuskan oleh Pastur James Barathaputra, SJ yang merupakan seorang pastur Yesuit kelahiran India, lebih dari 40 Tahun beliau mengabdikan diri dan melayani para jemaat Kristen di Indonesia.

Nama Maria Annai Velangkani sendri memiliki makna Annai berarti Bunda dan Velangkanni merupakan nama sebuah desa di Tamil Nadu, India. 


Menurut kepercayaan Umat Katolik sekitar abad ke-17, Bunda Maria pernah menampakkan diri pada beberapa anak – anak di Velangkanni.

Hingga kini Desa Velangkanni di India terkenal sebagai Lourdes di Timur, berdirinya Maria Annai Velangkanni di Medan terinspirasi dari Bunda Maria Sang Penyembuh (Our Lady of Good Health) atau Annai Velangkanni.

Di bagian samping Gereja terdapat sebuah Kapel kecil, di tempat ini terlihat sebuah keajaiban beberapa hari setelah Graha Maria Annai Velangkanni diresmikan. 

Sebuah mata air muncul tepat di bawah Patung Bunda Maria yang berada di kapel kecil.

Para ilmuwan yang meneliti kandungan air tersebut mengungkap jika ternyata air ini dapat di minum tanpa harus dimasak terlebih dahulu karena terbebas dari Zat – Zat berbahaya.

Banyak yang mempercayai jika Air suci ini dapat meyembuhkan berbgai macam Penyakit, kini mata air dari Sumur tersebut di salurkan ke pipa – pipa kran untuk memudahkan para Pengunjung yang ingin mengambil Air Suci ini. Hingga kini Air Sumur suci di Medan di sebut juga sebagai Maria Bunda Penyembuh.


Selasa, 24 Februari 2015

Pesona Wisata Alam Batu Belah Yang Melegenda


Wisata alam Batu Belah? Bagi sebagian orang memang masih terlalu asing mendengar nama tersebut, namun tempat wisata alam di Medan ini memiliki pesona alam yang sangat memikat.

Wisata Batu Belah terletak di wilayah Sibolangit, Medan , lokasi Batu Belah berdekatan dengan Wisata Air Terjun Dua Warna.

Keindahan alam di sekitar Batu Belah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung, suasana hening di sekitar bumi perkemahan Sibolangit dan hijaunya pepohonan dan rumput ilalang yang tumbuh di sekitarnya seakan mampu memberikan  kedamaian bagi para Pengunjungnya.

Dinamakan Wisata Batu Belah karena untuk menikmati keindahan alam di tempat ini Anda harus melintasi sebuah jalan setapak yang terhalang oleh Dinding berupa batu besar, jika dari kejauhan terlihat seolah – oleh bagai Batu Terbelah.


Jika dari Medan untuk menuju ke kawasan wisata Batu Belah Anda hanya membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam perjalanan dari Medan menuju Berastagi.

Dibalik Batu Belah terdapat sebuah Air Terjun dengan kolam air yang sangat jernih, untuk melepaskan lelah para Pengunjung biasanya menceburkan diri berendam di Air pegunungan yang menyegarkan.
Sesampainya di Wisata Batu Belah para pengunjung biasanya mendirikan tenda – tenda di Bumi perkemahan Sibolangit dan berkunjung ke Air Terjun Dua Warna.

Harga tiket masuk ke kawasan wisata alam Batu Belah dan Air Terjun Dua Warna para Pengunjung wajib membayar tiket masuk wisata Batu Belah sebesar Rp 4.000 rupiah per orang.

Senin, 23 Februari 2015

Pesona Air Terjun Tongkat Dan Kolam Abadi Di Binjai, Medan


Liburan ke Medan jangan lupa mengunjungi Air Terjun Tongkat dan Kolam Abadi di Binjai. Keindahan air terjun serta kondisi Air di Kolam Abadi nan jernih siap memanjakan penglihatan Anda di saat berada di salah satu tempat wisata terbaik Medan ini.

Keindahan Air Terjun Tongkat dan Kolam Abadi di Binjai belakangan ini tengah menjadi topik hangat bagi sebagian besar wisatawan Dunia.

Hampir setiap harinya obyek wisata terbaik di Medan ini selalu ramai di kunjungi para Wisatawan, mereka datang untuk sekedar menyaksikan keindahan alam di sekitar Air Terjun dan merasakan kesejukan air Kolam di Binjai.

Air Terjun Tongkat dan Kolam Abadi terletak di Desa Rumah Galuh, Kelurahan Namuukur, Kecamatan Sei Binjai, Kabupaten Langkat tepatnya sekitar 28 km dari kota Binjai atau seitar 1 jam dari kota Medan.

Untuk mencapai obyek wisata ini para Pengunjung viasanya akan di temani dengan Pemandu dari Pelaruga dengan menbayar jasa Pemnadu sebesar Rp 40.000.

Untuk mencapai Air Terjun ini para Pengunjung harus berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang berada di tengah Hutan dengan waktu perjalanan sekitar 2 jam dengan medan yang cukup menantang yakni mendaki dan menuruni beberapa area perbukitan.

Namun jika Anda merasa kehausan di tengah jalan tak perlu khawatir sebab di setiap tikungan pendakian Anda akan menjumpai beberapa Pedagang yang menyediakan berbagai minuman hangat dan Makanan Ringan, Anda juga bisa beristirahat di tempat ini sambil melepaskan rasa lelah.

Setelah menyusuri jalan setapak selama 2 jam rasa lelah seakan sirna begitu saja saat Anda tiba di lokasi Air Terjun dan Kolam Air nan jernih.

Kolam Abadi ini hampir tak pernah sepi pengunjung, para wisatawan biasanya selalu mengabadikan gambar mereka dengan berfptp  di bawah guyuran air terjun yang mempesona.

Jumat, 20 Februari 2015

Menguak Keindahan Danau Linting Dan Tiga Goa Keramat Di Medan


Keindahan Danau Linting Medan menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian besar wisatawan, Pemandangan alam tersuguh di sekitar Danau indah yang dikelilingi rimbunnya pepohonan sungguh terlihat sangat menyejukkan.

Air Danau yang berwarna Hijau kebiruan dibalut dengan suasana alam yang menentramkan membuat siapapun merasa betah untuk berlama – lama berada di Danau ini.

Saat berada di lokasi ini para Wisatawan tak hanya di manjakan dengan keindahan Danau Linting namun ada pula beberapa tempat wisata alam yang indah yang ada di sekitar Danau Linting seperti Goa Tau Delapan Putri, Goa Emas dan Goa Perak.

Keindahan Goa – Goa di Medan ini sangat menakjubkan seperti Goa Tau Delapan Puteri yang di dalamnya terdapat beberapa Telaga indah yang jumlahnya ada Delapan.

Ke Delapan Telaga ini konon dahulunya tempat pemandian Delapan Puteri yang kecantikkannya laksana Bidadari dari Khayangan.


Kedelapan telaga di Goa Tau mempunyai nama sesuai dengan nama kedelapan puteri antara lain : Telaga Beru Ginting, Telaga Beru Sembiring, Telaga Putri Hijau, Telaga Putri Laut dan lainnya.
Masyarakat Medan percaya jika Air di kedelapan telaga tersebut mampu mengobati beberapa penyakit. 

Para  Wisatawan yang berkunjung ke Telaga Puteri dilarang keras menyentuh Air telaga. Dan bagi Pengunjung yang ingin mengambil Air Telaga untuk pengobatan harus meminta ijin kepada Juru Kunci yang menjaga dan merawat Telaga ini.

Sementara itu tak jauh dari Goa Tau terdapat Goa Emas dan Goa Perak yang tak kalah indah dengan Goa Tau, para Pengunjung wajib membayar tiket masuk sebesar Rp. 5.000 per orang untuk memasuki kedua Goa ini.

Goa Perak di yakini sebagai tempat tinggal Goa Naga, itulah sebabnya Goa Perak disebut juga dengan Goa Naga, bagian Dinding Goa perak berwarna perak.

Sementara itu Goa Emas yang letaknya berdekatan dengan Goa Perak terlihat lebih indah, pada bagian dinding Goa terlihat butiran – butiran emas yang menempel pada Dinding Goa saat tersorot lampu ruangan Goa akan terlihat berkilau bagaikan emas Murni.

Ketiga Goa keramat di Medan ini dipercaya Masyarakat setempat ada ‘penunggu’ nya sehingga tidak sembarang orang berani mengambil kekayaan alam yang tersimpan di dalam Goa keramat tersebut.


Rabu, 18 Februari 2015

Taman Alam Lumbini Tawarkan Keindahan Pagoda Tertinggi Di Indonesia


Mencari tempat wisata indah tak perlu jauh – jauh ke Luar Negeri karena di Sumatera Utara terdapat beberapa tempat wisata menarik salah satunya Taman Alam Lumbini yang berlokasi di Desa Tongkoh, Kecamatan Dolatrayat, Kabupaten Karo, tepatnya 50 Km dari Kota Medan.

Taman wisata ini menawarkan keindahan replica Pagoda Shwedagon yang ada di Myanmar sekaligus menjadi Pagoda tertinggi di Indonesia.

Untuk menuju ke area Pagoda ini, Anda akan melintasi sebuah je
mbatan gantung yang bernama Titi Lumbini, jembatan ini menjadi fasilitas penyebarangan disepanjang jembatan terdapat puluhan lentera cantik yang menggantung indah.

Tepat di bawah bangunan Pagoda terdapat sebuah taman hijau nan indah yang ditata dengan sangat cantik dan menarik serta keheningan suasana Hutan alam yang menyejukkan.

Di area Pagoda para Pengunjung akan disambut oleh kemegahan Replika Pagoda Shwedagon dengan arsitektur yang sangat megah dan indah dengan balutan cat berwarna emas.

Dibagian lain terdapat Patung – Patung Budha yang terbuat dari Marmer serta Relief-relief unik yang turut menghiasi bangunan utama Pagoda Shwedagon.

Sementara itu di bagian kiri bangunan utama terdapat sebuah menara yang mempunyai puncak berbentuk bekisar, dibagian bawah menara terdapat hiasan sulur berupa gelang-gelang emas dengan panjang sekitar 1,5 meter. 

Di puncak Pagoda terdapat puluhan lonceng cantik yang menjadi penghias, lonceng – lonceng ini kerap berdentang jika tertiup angin.

Saat berada di dalam Pagoda para Pengunjung harus mentaati semua peraturan yang telah ditetapkan seperti Tidak boleh memotret, tidak boleh berbicara keras dan kasar, tidak boleh makan dan Minum di area Pagoda dan harus melepaskan alas kaki.

Sama halnya dengan tempat ibadah umat Buddha lainnya, di area Pagoda Shwedagon Medan Anda akan mencium aroma pembakaran hio. 

Setelah puas menikmati keindahan Pagoda Shwedagon, Anda bisa berkunjung ke taman indah yang memiliki udara sejuk dan beragam tanaman hias serta aneka jenis tanaman Bunga yang cantik, disekitar taman terdapat beberapa Patung Budha yang menghiasi Taman Alam Lumbini di sekitar Medan.

Selasa, 17 Februari 2015

Bolu Meranti, Oleh-Oleh Khas Medan Yang Wajib Di Coba


Bolu Gulung Meranti sangat populer di Medan, makanan khas Medan ini menjadi Oleh – Oleh Khas Medan yang paling banyak di cari Wisatawan.

Pusat Oleh – Oleh Bolu Gulung Meranti paling enak di Medan berlokasi di Jalan. Sisingamangaraja atau tepatnya 1 kilometer dari Istana Maimun Medan.

Bolu Gulung Meranti memiliki cita rasa yang berbeda dengan Bolu Gulung lainnya, selain tekstur Bolu Gulung Meranti yang lembut, Bolu Meranti tersedia pula dengan berbagai aneka rasa seperti tersedia Toping isi Keju, Mocca, Kacang, Coklat, Strawberry, Nanas, Blueberry dan rasa lainnya.
Berbeda dengan Bolu gulung lainnya Bolu Meranti di jula dengan harga yang cukup mahal yakni berkisar Rp 80 ribu per buah.


Saat Anda berkunjung ke Toko Bolu Meranti di Medan Anda akan menjumpai para Para Pelayan Toko yang ramah dan antrian panjang para Pelanggan yang juga ingin membeli Jajanan khas Medan.
Bolu Meranti khas Medan ini tahan hingga 7 Hari jika di simpan di dalam Freezer dan tahan 3 hari jika di simpan di suhu ruangan.

Toko Bolu Gulung Meranti buka setiap hari mulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 16.00 sore .
Oleh – Oleh khas Medan yang satu ini menjadi hal yang wajib di beli saat Anda berlibur ke Medan, Sumatera Utara.

Jumat, 13 Februari 2015

Berburu Belanja Murah Dan Berkwalitas Di Pasar Petisah Medan


Pasar Petisah Medan yang berlokasi di Jalan majapahit ini masuk dalam daftar pasar tradisional di Medan, meski masuk dalam kategori pasar Tradisional namun Pasar ini terlihat bersih dan terawat. 
Pasar Petisah menjual berbagai kebutuhan pokok sehari – hari mulai dari produk Fashion, barang – barang elektronik, aneka bahan pangan dan sembako, aneka jajanan khas Medan serta lainnya.

Lokasi Pasar yang terletak di pusat kota Medan menjadi alternative untuk memudahkan para pembeli dan pengunjung Pasar yang ingin mampir ke Pasar Petisah. 

Begitu pula dengan wisatawan dari luar daerah tak suli mencari Pasar Petisah karena lokasi Pasar terlengkap di Medan ini berada di dekat Place Inn Hotel.


Bagi wisatawan yang menginap di Hotel ini maka untuk menuju ke Pasar Petisah hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit saja dengan menumpang angkutan kota dan membayar tarif Rp 2000 ribu.

Harga barang – barang yang di jual di Pasar Petisah  sangat menarik perhatian pasalnya semua barang yang dijual di Pasar ini dibanderol dengan harga yang sangta murah jika dibandingkan dengan harga barang di Mall – Mall besar di Medan.

Meski dibanderol dengan harga murah namun Anda tak perlu khawatir pasalnya barang yang di jual di Pasar ini memiliki kwalitas yang tak kalah bagus dengan barang – barang yang ada di Mall.

Selain menjula berbagai kebutruhan pokok, Pasar Tradisional ini menjual berbagai jenis kerajinan tangan yang merupakan kerajinan khas Medan seperti Ukiran,  Patung, Gelang, Anyaman, serta pernak-pernik menarik lainnya. 

Bagi wisatawan yang ingin membeli pakaian khas medan dapat membeli berbagai jenis kebaya dengan warna dan model yang sangat beragam tentunya dengan harga yang sangat murah.

Di pasar ini tawar menawar merupakan hal yang lumrah terjadi, hal unik lainnya adalah para penjual di Pasar Petisah Medan sangat beragam ada kaum etnis China, Jawa, Manado bahkan suku Sunda, tunggu apalagi segera berburu barang murah di Pasar Terpopuler di Medan.



Kamis, 12 Februari 2015

Pesona Danau Law Kawar Di Lereng Sinabung


Danau Law Kawar. Anda tentu masih ingat tentang letusan Gunung Sinabung yang sangat dashyat yang terjadi beberapa bulan lalu dalam waktu yang cukup lama, meski bencana tersebut telah berlalu namun bencana letusan Gunung Berapi masih tetap meninggalkan duka yang cukup mendalam.

Kini kondisi Gunung Sinabung berangsur pulih, para Penduduk setempat mulai mengerjakan aktifitas sehari – hari seperti bercocok tanam di sekitar lereng Sinabung.

Di lereng Gunung Sinabung terdapat sebuah danau indah yang sangat mempesona yang bernama Danau Lau Kawar. Meski Danau ini belum sepopuler Danau Toba dan Danau Siombak namun keindahan Danau ini menawarkan pemandangan alam yang sangat indah dan menyejukkan.

Danau di lereng Sinabung yang memiliki luas sekitar 200 hektar ini kerap di manfaatkan para pengunjungnya untuk bersantai saat libur akhir pekan tiba, bahkan sering pula di gunakan sebagai sebai tempat beristirahat setelah melakukan pendakian ke Puncak Sinabung. 

Saat merebahkan diri di tepi Danau yang indah para Pengunjung bisa menikmati hamparan Bukit – Bukit Hijau yang mengelilingi Danau cantik di lereng Sinabung.

Banyak aktifitas yang bisa Anda lakukan saat piknik ke Danau ini, Anda bisa menyewa boat untuk mengeksplor keindahan Danau Sinabung, atau bisa juga memancing di atas Rakit bamboo.
Anda juga bisa berjalan – jalan santai di sekitar Danau dan ikut mendirikan tenda di area camping ground jika berencana ingin bermalam di sekitar Danau cantik ini.

Tak perlu takut kesepian karena saat libur akhir pekan tiba biasanya area camping ini terlihat ramai dan kerap di manfaatkan oleh pengunjung lain untuk mendirikan tenda saat mereka ingin melanjutkan perjalanan menuju Puncak Sinabung.

Sebagai upaya untuk menjaga keamanan para pengunjung Danau di sekitar tepian danau telah dibuat pagar pembatas agar para pengunjung lebih nyaman dan aman saat menikmati keindahan danau tersebut. 

Untuk mencapai Danau Lau Kawar dari Kota Medan Anda bisa mengambil jalur ke arah Berastagi setealh itu perjalanan dilanjutkan menuju arah Gunung Sinabung. 

Senin, 09 Februari 2015

Wisata Alam Bukit Lawang Jadi Andalan Leuser Sumatera Utara


Wisata alam Bukit Lawang menjadi wisata andalan di Leuser karena kawasan Wisata ini menyimpan daya tarik Hewan langka Orangutan Sumatra dan keindahan hutan tropis. 

Bukit Lawang yang merupakan Pusat Pengamatan Orangutan Sumatra terletak di Desa Bukit Lawang, Bahorok Langkat Sumatera Utara. Areal Hutan di Bukit ini memiliki luas hingga 200 hektar.

Awalnya kasawan Bukit Lawang di gunakan sebagai pusat rehabilitasi orangutan, namun seiring perkembangan jaman, kawasan ini telah berubah fungsi menjadi Pusat Pengamatan Orangutan Sumatra atau biasa di sebut Viewing Centre. 

Kini kawasan wisata alam Bukit Lawang menjadi tempat wisata terpopuler di Sumatera Utara, setiap tahunnya para Wisatawan Asing maupun Wisatawan Lokal selalu berkunjung ke tempat hunian para Orangutan di Sumatra.

Untuk mencapai Bukit Lawang para Wisatwaan dapat menempuh perjalanan darat yakni dari Kota Medan Sumatera Utara menuju Kota Binjai jika Anda menumpang Kendaraan umum bisa melalui terminal bus Pinang Baris Medan, namun jika Anda menggunakan kendaraan pribadi Anda hanya menempuh perjalanana sekitar 2 jam dari Kota Medan.

Tak perlu khawatir memikirkan  akomodasi dan fasilitas di Bukit Lawang pasalnya Bukit Lawang tersedia berbagai pondok-pondok wisata yang bernuansa alami dengan tarif sewa yang bervariasi mulai Rp. 100.000  hingga Rp. 500.000 per malam termasuk Sarapan Pagi.

Selain itu fasilitas umum lainnya yang tersedia di Bukit Lawang adalah area Camping, Restoran, Perahu kecil untuk menyebrang ke Kawasan wisata Leuser, dan fasilitas umum lainnya yang cukup memadai.

Selain itu tersedia pula jasa Pemandu lokal yang berpengalaman dan siap menemani Anda berkeliling menyusuri keindahan Wisata alam Bukit Lawang di Leuseur serta beberapa Toko oleh – oleh khas Lombok yang menjual berbagai kerajinan Tangan dan ukiran indah khas Sumatera Utara.

Jumat, 06 Februari 2015

Pantai Biru Wisata Alam Medan Yang Menakjubkan


Pantai Biru Medan merupakan salah satu objek wisata terbaik di Medan, Sumatera utara, Pantai yang populer dengan sebutan Pantai sibiru- biru ini sebenarnya hanyalah sebuah Sungai yang lebar dan luas namun Masyarakat Medan biasa menyebutnya dengan Pantai.

Pantai biru terletak di Jalan Sibiru- biru Kab. Deli Serdang, Sibiru- biru Sumatera Utara, kawasan wisata ini sangat cocok bagi wisatawan yang gemar wisata alam.

Dari atas permukaan Pantai biru Anda bisa melihat pemandangan di dalam Sungai, itu karena Pantai Biru memiliki air yang sangat jernih, selain air Sungai yang jernih Anda bisa menikmati keindahan alam di sekitar Pantai yang sangat indah.


Para pengunjung  Pantai biasanya memanfaatkan waktu liburan mereka di Pantai ini sembari duduk bersantai sambil bercengkrama dengan orang – orang tercinta.

Saat libur akhir pekan tiba Pantai Si Biru – Biru akan terlihat ramai dan di padati para pengunjung pantai terlebih saat hari libur nasional tiba.

Saat berkunjung ke Pantai Biru Anda akan di sambut dengan keramahan para Penduduk lokal yang di kenal sangat santun dan bersikap gotong royong.

Saat menginjakkan kaki di sini tak ada salahnya untuk mampir ke tempat wisata kuliner di Medan, Anda bisa mengunjungi beberapa Restoran atau Rumah makan sederhana yang banyak berderet di sepanjang jalan Pinggiran Pantai.

Untuk mencapai Pantai Si Biru – biru Anda bisa menuju arah Padang Bulan Medan atau bisa menumpang angkutan kota KPUM D95 yang bisa mengantarkan para pengunjungnya langsung ke tempat tujuan. Harga tiket masuk Pantai Biru Medan sebesar Rp 5000 per orang.





Rabu, 04 Februari 2015

Tari Perang Di Nias Yang Unik Dan Bernuansa Mistis


Nias salah satu pulau di Sumatera Utara tak hanya di kenal dengan Tradisi Lompat Batu, selain tradisi Batu Ombo adapula atraksi budaya Nias tak kalah menarik yakni Tari Perang di Nias yang sarat dengan nuansa Mistis.

Tepat di Desa Bawomataluo di kawasan Teluk Dalam, Nias Selatan. Desa Bawomataluo terkenal dengan Tradisi Lompat Batu, para Pemuda di Desa ini selalu melakukan latihan Lompat Batu, selain itu para sesepuh di Desa ini kerap menggelar pertunjukkan Tari Fataele atau lebih di kenal dengan Tari Perang.

Tarian Fataele banyak di peragakan oleh Para Pria baik itu Pria Tua dan Muda, saat melakukan atraksi budaya ini para Penari harus menggunakan Baju Adat berwarna Hitam dan Kuning lengkap dengan aksesoris berupa tanduk Kerbau yang tancapkan di atas Hidung si Penari, penutup kepala dan persenjataan Perang lainnya seperti Tameng, Tombak, serta sebuah Pedang yang bernama Padang Tologu

Para Pria yang melakukan Tarian Perang jumlahnya tak terhitung bisa belasan Orang bahkan hingga puluhan Orang.

Mereka terbagi dalam dua kelompok yang saling berhadapan, kedua kelompok ini saling berhadapan kemudian saling mendekat dengan gerakan maju mundur layaknya orang sedang bertempur.
Suasana di arena pertempuran terlihat begitu meriah sekaligus menegangkan takkala kedua Kubu masing – masing melakukan gerakan yang terkesan ekstrem.

Tari perang di Nias ini mengisahkan tentang kehidupan Penduduk Nias pada jaman dahulu yang kerap terlibat perseteruan antar wilayah karena soal perebutan lahan hingga akhirnya mereka memutuskan untuk saling berperang.

Hingga pada akhirnya peperangan itu di kemas dalam bentuk Tarian yang kini menjadi daya tarik wisatawan Mancanegara.

Bagi wisatawan yang gemar melakukan aktivitas fotografi momen ini menjadi pemandangan yang luar biasa Indah, Anda bisa mengabadikan momen menarik dengan merekam dan mengambil foto – foto tradisi tari perang di Nias yang sangat unik.

Selasa, 03 Februari 2015

Taman Satwa Pematang Siantar Wisata Terpopuler Di Sumatera Utara


Taman Satwa Pematang Siantar memang layak menjadi tempat wisata terbaik di Sumatera Utara, terbukti objek wisata terbaik di Sumatera ini selalu ramai di kunjungi para wisatawan yang ingin menyaksikan aneka Satwa liar yang ada di Taman Satwa ini.

Tak terkecuali Artis cantik Indonesia Raline Shah yang memamerkan foto dirinya yang tengah asyik duduk di Atas Buaya besar berukuran Raksasa. Foto – Foto Raline Shah tersebut di posting di akun instagram pribadinya.

Belum lama ini Raline Shah berkunjung ke Taman Satwa Pematang Siantar yang berlokasi di Jalan Kapt MH Sitorus No 10, Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara. 

Selain mengunjungi obyek wisata Taman Satwa Pematang, Bintang Iklan Shampoo ini mengunjungi obyek wisata terpopuler di Sumatera Utara yakni Danau Toba.

Sekedar informasi Taman Satwa Pematang memiliki luas area hingga mencapai 4 Hektar dengan koleksi berbagai jenis Satwa yang di lindungi yang jumlahnya mencapai Ribuan Ekor Satwa dari 182 spesies yang ada di Taman Satwa. 

Selain Buaya Raksasa banyak pula Satwa liar lainnya yang jumlah Populasinya semakin menurun sebut saja Harimau Sumatera, Harimau putih, ular Pyton, Singa, Orang Utan dan masih banyak lagi hewan lainnya yang menjadi koleksi di Taman Satwa.

Taman Satwa Pematang Siantar dibuka sejak tahun 1936, Obyek wisata ini menjadi tempat wisata kebanggaan Kota Pematang Siantar.

Untuk menyaksikan tingkah polah aneka satwa Anda harus membayar tiket masuk ke  Taman Satwa Pematang Siantar dengan harga yang sangat terjangkau yakni sekitar Rp 10 ribu rupiah saja.

Saat berada di kawasan Taman Satwa Anda bisa menayksikan aneka koleksi Burung seperti Mulai dari Burung Kasuari hingga Burung Cendrawasih yang merupakan Burung khas Indonesia.

Selain melihat berbagai koleksi Burung Anda bisa menuju ke tempat lain seperti Kolam Ikan yang  setiap Kolamnya di isi oleh Ikan – Ikan yang sangat cantik.

Pilihan lain saat berada di Taman Satwa Pematang Siantar Anda bisa menyambangi Kandang Kera dan memberi makanan ke hewan Primata dengan cara melemparnya kearah kandang Monyet.


Senin, 02 Februari 2015

2 Ombak Di Mentawai Ini Jadi Spot Surfing Terbaik Di Dunia


Daya tarik objek wisata di Mentawai adalah ketinggian Ombak di Mentawai yang bisa mencapai 7 meter. Tak heran jika Pantai Mentawai Sumatera Barat kerap dijadikan lokasi surfing terbaik di Indonesia, kedua spot Surfing di Mentawai  bahkan masuk dalam daftar  spot surfing terbaik di Dunia. 

Selain wisatawan Lokal tak jarang Turis Asing berbondong – bondong untuk bermain selancar dan berusaha menaklukan sensasi keindahan Ombak Mentawai.

Keindahan Ombak yang di miliki Pantai Mentawai masuk dalam kategori 10 Ombak terbaik di Dunia versi Surfer Magazine.

Desti Seminora yang menjabat selaku Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Mentawai mengungkap bahwa kedua Ombak di Mentawai yang banyak di pilih para peselancar asing adalah  Spot Lances Right di Katiet dan Spot Macaronies di Silabu.

Kedua spot terbaik untuk surfing ini memiliki keunggulan yang tidak di miliki Pantai – Pantai terkenal di Dunia.

Di kedua Pantai setiap gulungan ombaknya memiliki terowongan ombak atau di sebut Barel dengan bentuk yang sangat teratur, ada yang berbentuk Terowongan, ada yang berlapis – lapis ada pula yang berbentuk Ular.

Hampir semua Ombak di Mentawai memiliki barel dengan panjang Ombak hingga mencapai 100 meter, tak heran jika Ombak Mentawai masuk dalam daftar Ombak terpanjang di Dunia.

Setelah puas bermain dengan ombak, Anda bisa menjelajahi setiap sudut Kota MentawaI yang tak hanya memiliki Keindahan Ombak yang menakjubkan namun juga Wisata alam di Mentawai lainnya seperti Danau di Mentawai, Sungai, serta Wisata Air terjun di mentawai yang tak kalah indah dengan Pantainya. 

Selain itu Mentawai juga memiliki 33 spot diving terbaik dan 40 lokasi pemacingan yang asyik.
Sementara itu untuk akomodasi lainnya Pariwisata di Mentawai telah menyediakan lebih dari 14 Hotel Mewah berstandar Internasional tentunya dengan fasilitas Hotel dan Resort yang serba lengkap, tunggu apalagi saat liburan tiba eksplorasi objek wisata Mentawai dan nikmati sensasi Ombak di Mentawai yang mendebarkan.



Jumat, 30 Januari 2015

Mengintip Sejarah Kesultanan Deli Di Istana Maimun Medan


Istana Maimum Medan merupakan salah satu Warisan sejarah bangsa nan elegan dan menjadi bagian Landmark kota Medan yang hingga kini menjadi kebanggaan Masyarakat Medan.

Istana Maimum terletak di Jalan Brigjen Katamso tepatnya di jantung kota Medan, Sumatera Utara, Istana ini masuk dalam daftar objek Wisata terbaik di Kota Medan.

Saat berwisata ke Kota Medan  tak ada salahnya Anda berkunjung ke Istana Maimum untuk melihat barang – barang sejarah yang merupakan peninggalan Kesultanan Deli yang pada masa itu berkuasa di wilayah Medan.

Pada jaman dulu Kerajaan ini pernah menjadi bagian dari Kesultanan Aceh namun pada tahun  1669,  Kerajaan ini memisahkan diri dan membangun Istana Maimun yang kala itu berhasil di bangun oleh 9 Sultan Deli yang bernama Sultan Maimun Al Rasyid Perkasa.

Kontruksi bangunan Istana Maimun di bangun pada tanggal 26 Agustus 1888  agar tetap terpelihara Istana Maimun ini terus di rawat dengan cara memugar sebagian bangunan yang sudah terlihat usang dengan tetap memelihara keaslian Bangunan Istana.

Istana Maimun memiliki luas area sekitar 2,772 meter persegi, Istana ini menggabungkan maha karya seni yang indah dengan arsitektur Islam Melayu, India, Spanyol serta arsitektur bergaya Italia.

Tepat seratus meter dari Pintu Masuk Istana Maimun terdapat sebuah bangunan Masjid yang bernama Masjid Al Maksum yang diakui Masayarakat sekitar sebagai Masjid Agung Medan.

Dalam bangunan Istana Maimun terdapat sekitar 30 Kamar yang hampir keseluruhan bangunan istana di dominasi oleh warna Kuning yang di yakini pihak Kerajaan sebagai warna yang berbeda, Warna Kuning di ketahui sebagai identitas Bangsawan  Melayu.

Bangunan Istana Maimun Medan terdiri dari 2 lantai, bangunan Istana menghadap ke arah timur dan dibagi menjadi tiga bagian yakni Bangunan utama, sayap Kanan, serta Sayap Kiri.

Rabu, 28 Januari 2015

Pesona Wisata Danau Toba Nan Menakjubkan


Danau Toba merupakan salah satu tempat wisata terpopuler di Sumatera Utara, wisata Danau Toba yang memiliki luas lahan sekitar 1.145 kilometer dengan tingkat kedalaman 450 meter ini merupakan Danau terbesar di Asia Tenggara dan termasuk dalam salah satu daftar Danau terdalam di Dunia.

Danau Toba dikelilingi oleh alam pegunungan yang sangat indah dan menjadi tempat yang paling menyenangkan untuk berlibur  dan menikmati hiking, kondisi Air Danau yang jernih dan menyegarkan serta keramahan Masyarakat di sekitar Danau Toba membuat Wisatawan merasa betah untuk berlama – lama berada di objek wisata terbaik di Sumatera ini.

Para wisatawan Danau Toba biasanya lebih memilih menginap di sekitar Pulau Samosir yang merupakan tempat tinggal Masyarakat Batak, di Pulau ini banyak terdapat Desa Tradisional serta bangunan Rumah asli Batak Toba.

Di Pulau Samosir juga terdapat sejarah seperti Kuburan Batu dan Rumah Tradisional Ambarita yang menampilkan berbagai budaya suku Batak tempo dulu.

Saat berlibur ke Wisata Danau Toba Anda juga bisa menyambangi Simanindo yang selalu menampilkan tarian tradisonal ritual Batak dan beragam budaya Batak yang mengagumkan.
Atau mungkin masih ingin mengetahui budaya Batak lebih dalam? Anda bisa berkunjung ke Museum Batak yang berada di Balige.

Bagi Anda yang ingin membeli oleh – oleh khas Danau Toba, Anda bisa mengunjungi kawasan Tomok yang merupakan pusat kerajinan tangan Khas Batak salah satunya seperti Kain Tenun Batak yang biasa di sebut Kain Ulos Batak.

Selain Kain Ulos Anda juga akan menjumpai aneka kerajinan tangan lainnya seperti Kalender dari Rotan, Patung khas Batak, Ukiran Kayu, Kain tenun dan cindera mata unik lainnya.
Sementara itu pilihan untuk menginap Anda bisa mencari Hotel murah di sekitar objek Wisata Danau Toba  seperti di daerah Parapat dan daerah  Tuktuk Pulau Samosir dengan tarif Hotel yang bervariasi.

Senin, 26 Januari 2015

Jembatan Titian Selfie, Spot Favorit Di Ngarai Sianok


Ngarai Sianok kini menjadi Objek wisata terbaru di Bukittinggi Sumatera Barat, sebuah jembatan yang berada di sekitar tebing dan lembah kini menjadi spot favorit di Ngarai Sianok untuk aksi foto selfie.

Tepat diatas Jembatan Titian Selfie para wisatawan mengabadikan gambar mereka sambil berfoto selfie dengan view panorama alam nan indah lengkap dengan lekukan indah tebing – tebing hijau dan Taman bunga di sekitarnya.

Jembatan dengan panjang seratus meter ini berada di kawasan Taman Ngarai Maaram, Bukit Apik, kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi. 

Tak sedikit para pengunjung yang berjalan melintasi jembatan berhenti sejenak untuk melakukan foto selfie diatas Jembatan Titian Selfie dengan suasana alam pegunungan yang masih alami.
Saat menghadap kearah barat para pengunjung akan mendapatkan pemandangan Benteng Fort De Kock di balik hamparan perbukitan hijau yang menghampar luas.

 Kini jembatan dengan pemandangan Ngarai Sianok  dan jembatan Titian Selfie telah menjadi objek wisata pilihan keluarga.

Jembatan Titian Selfie sendiri terbuat dari rangka besi beton yang sangat kuat untuk menampung banyak orang yang setiap harinya lalu lalang menikmati keindahan alam di sekitar Ngarai Sianok.

Jembatan ini berbentuk sudut yang mengikuti pinggiran lembah serta dilindungi papan besi sebagai Pelindung dan bagian atasnya di pagari dengan kawat berduri agar para pengunjung terhindar dari hal – hal yang tidak diinginkan.

Untuk bisa menikmati spot favorit di Ngarai Sianok para pengunjung tidak dipungut biaya alias gratis, namun bagi pengunjung yang membawa kendaraan roda dua cukup membayar parkir Rp2.000 sedangkan untuk kendaraan mobil hanya dikenakan tarif parkir Rp3.000,- tak heran jika kini Lokasi tersebut di jadikan sebagai objek wisata terbaru di Bukit Tinggi  yang murah meriah.

Jumat, 23 Januari 2015

Menyingkap Keindahan Wisata Berastagi Medan


Kota Wisata Berastagi Medan yang terletak di wilayah dataran tinggi Bukit Karo nan indah atau sekitar 70 km jarak tempuh dari Kota Medan ke Danau Toba.

Suhu udara di Berastagi memiliki iklim yang cukup dingin yakni berkisar antara 16 hingga 19 derajat celcius itu di karenakan letak Kota Berastagi berada di ketinggian 1300 Meter.

Kota Berastagi menjadi tempat wisata Andalan di Medan, para Wisatawan dapat menikmati suasana alam segar dan sejuk serta dapat melihat langsung pemandangan Kota saat berada di Kota Wisata Berastagi.

Kota Wisata yang dikembangkan sejak tahun 1920 lalu ini  sebelumnya berfungsi sebagai stasiun bukit Belanda dan hingga saat ini telah menjadi pusat objek wisata terfavorit di Kota Medan.
Setiap akhir pekan Masyarakat Medan kerap meluangkan waktu berlibur di salah satu tempat wisata terpopuler di Medan.

Dari atas bukit Berastagi para Wusatawan dapat menyaksikan pemandangan alam seperti Gunung Api Sinabung dan Keindahan Gunung Sibayak yang menjulang dengan indah dengan kepulan asap putih yang menyelimuti kedua Gunung di Medan tersebut.

Kawasan Wisata Berastagi Medan dikenal dengan Tanaman Bunga, Sayur Mayur dan Buah – buahannya yang sangat segar.

Selama berada di atas Bukit Anda akan menyaksikan lalu lalang para petani yang sibuk dengan rutinitas harian mereka seperti memetik hasil pertanian berupa Buah dan Sayur Mayur lalu dibawa ke Pasar.

Kota Berastagi dikenal pula sebagai penghasil Buah Markisa dan Buah Jeruk khas Berastagi yang terkenal sangat manis.

Buah – Buahan segar asal Berastagi seperti Jeruk, Buah Markisa, Tomat, Wortel, Kubis hingga kini bahkan banyak yang di ekspor ke Luar negeri.

Tak hanya buah – buahan aneka jenis Sayur Mayur  seperti Kentang, Kol, Cabai Merah, Terong,dan lainnya banyak yang diekspor ke Malaysia, Singapura dan Jepang.

Selain mengenal kehidupan masayarakta Tanah Karo lebih dekat Anda juga bisa membeli oleh – oleh khas Berastagi Medan seperti Obat Tradisional yang di racik dengan akar  dan bahan bahan alami nan ajaib yang terdapat di sekitar Hutan.

Atau Oleh – Oleh Khas Medan seperti Sirop Markisa, Bolu Meranti, Bika Ambon Bu Julaiha, Durian Medan, Ikan Teri Medan dan lainnya.


Kamis, 22 Januari 2015

Objek Wisata Bukit Lawang Di Medan


Saat menjelajah Hutan Sumatera Anda bisa berpertualang dengan Orang Utan yang hidup di kawasan Objek Wisata Bukit Lawang, Medan.

Desa hutan Bukit Lawang yang biasa di juluki sebagai Gerbang menuju Bukit Lawang ini terletak di kawasan Taman Nasional  atau sekitar 90 kilometer barat laut Medan, Sumatera Utara.

Bukit Lawang merupakan Pintu gerbang menuju hutan Sumatera yang terkenal curam dengan medan yang cukup terjal dan berbahaya, saat melintasi Hutan ini tak jarang banyak orang yang tergelincir karena jalanan yang licin dan lereng berlumpur terlebih saat Hujan mengguyur, melintasi kawasan Hutan tentunya akan semakin menyulitk
an.

Namun bagi para pecinta alam hal tersebut bukanlah kendala untuk terus menjelajahi hutan  dan berpetualang di medan yang cukup menantang, sebab perjalanan menuju Hutan Lindung ini terasa begitu mengesankan, mereka seolah masuk dan berada di dunia yang baru.

Kawasan Hutan lindung Bukit Lawang di huni oleh sekelompok Hewan Orang utan yang merupakan Raksasa hutan, namun meskipun memiliki perawakan tubuh yang cukup besar Orang utan ini ternyata sangat jinak dan lembut  hak tersebut tentunya menjadi daya tarik utama para wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Bukit Lawang.

Wisata Bukit Lawang sendiri termasuk salah satu onjek wisata terbaik di Medan, bahkan dunia Internasional pun mengakui bahwa Primata yang hampir punah ini hanya ada di Indonesia.
Sembari merasakan segarnya udara di Hutan Anda bisa menyaksikan Hewan Orangutan yang sesekali bergelantungan diatas dahan Pohon yang rindang.

Tak jarang hewan ini berjalan dengan anggun mencari makanan berupa buah – buahan segar.
Populasi Orang utan yang kawasan Hutan Bukit Lawang ini mencapai 5000 Ekor, selain dijadikan tempat tinggal Orang Utan di Bukit Lawang pun di bangun Pusat rehabilitasi bagi para Orang Utan yang sudah menjadi Yatim piatu, mereka biasanya dilatih  agar bisa hidup di alam liar dan hidup mandiri, selama berada di Pusat rehabilitasi hewan Primata ini terus diberi suplemen makanan hingga dilakukan pemeriksaan rutin .

Pusat rehabilitasi Orang Utan yang beroperasi sejak tahun 1973 ini mampu menyedot perhatian para pengunjunng yang datang dari berbagai penjuru dunia.

Dengan antusias para wisatawan memperhatikan gerak gerik dan tingkah lucu para Orang Utan yang cukup menakjubkan.

Seiring denga maraknya perburuan dan perdagangan satwa secara illegal kini populasi Orang Utan semakin mengkhawatirkan jumlahnya pun semakin menurun, hal tersebut tentu akan mengancam populasi hewan Primata yang masuk dalam kategori Hewan dilindungi.