Jumat, 27 Februari 2015

4 Masjid Bersejarah Di Medan Jadi Ikon Pariwisata Kota Medan


Masjid Bersejarah di Medan ternyata tak hanya Masjid Raya Al-Mashun saja, masih ada beberapa Tiga Masjid tua di Medan yang juga menyimpan jejak sejarah Islam di Kota Medan.
Ketiga Masjid bersejarah di Medan ini banyak di kunjungi para Wisatawan domestic dan menjadikan Masjid Kuno ini sebagai Wisata Religi di Sumatera Utara.

Konon kabarnya ke tiga Masjid tersebut memiliki usia yang jauh lebih tua dari Masjid Raya Al-Mashun Medan, berikut ini ketiga Masjid tertua di Medan :

Yang pertama Masjid Raya Al-Osmani yang terletak di Jalan KL Yos Sudarso Km 19,5 Kecamatan Medan Labuhan, Masjid kuno ini di bangun pada tahun 1854 silam di dirikan oleh Raja Deli Sultan Osman Perkasa Alam.


Arsitektur  di Masjid Raya Al-Osmani ini di desain dengan konsep bangunan ala Timur Tengah dengan perpaduan India, Thiongkok, Melayu dan perpaduan arsitektur Spanyol.
Meski telah berusia lanjut namun keindahan Masjid Raya Al-Osmani ini masih terlihat indah dan menakjubkan.

Yang kedua ada Masjid Badiuzzaman Surbakti yang dibangun oleh Datuk Badiuzzaman Surbakti pada tahun 1885 silam.

Masjid Badiuzzaman Surbakti terletak di Kecamatan Medan Sunggal, banyak hal unik dibalik pembangunan Masjid kuno ini, konon menurut pengakuan para Sesepuh di Medan, Masjid Badiuzzaman Surbakti dibangun tanpa menggunakan Semen satu sendok pun, Masjid ini dibuat dari Putih telur.

Masjid tertua di Medan yang ketiga adalah Masjid Lama Gang Bengkok yang terletak di Jalan Masjid Kesawan, Medan. 

Masjid yang dibangun pada tahun 1890 ini berdiri diatas Tanah Wakaf milik Datuk Kesawan, sedangkan dana untuk pembanguan Masjid ini di peroleh dari salah satu Saudagar kaya asal Thinghoa yang bernama Tjong A Fie yang bukan beragam Islam.

Meski berbeda agama namun sifat toleransi antar umat beragama di Medan sangatlah kokoh.

Masjid ini dibangun dengan perpaduan arsitektur Melayu, China dan Timur Tengah, Arsitektur ini seolah menjadi symbol adanya kerukunan antar umat beragam di Kota Medan.

Dan yang ke empat ada Masjid Raya Al-Mashun yang didirikan oleh Sultan Ma’moen Al Rasyid pada tahun 1906.

Sultan Ma’moen Al Rasyid merupakan Penguasa ke-9 Kerajaan Melayu Deli, hingga kini Masjid Raya Al-Mashun menjadi salah satu ikon pariwisata kota Medan dan menjadi salah satu Masid bersejarah di Medan dengan arsitektur India , Melayu, Spanyol dan Timur Tengah.

Rabu, 25 Februari 2015

Sumur Suci Di Medan Yang Konon Dapat Menyembuhkan Penyakit


Sumur suci di Medan yang berada di salah satu bangunan Gereja bernama Kapel Maria Annai Velangkani ini setiap hari selalu dibanjiri para Wisatawan.

Konon Gereja Maria Annai Velangkani selain memiliki bentuk yang unik menyerupai bangunan Kuil Hindu dengan warna – warni yang cerah, di bawah Patung Maria Annai Velangkani terdapat sebuah sumur suci yang diyakini airnya bisa bermanfaat untuk menyembuhkan berbagai jenis Penyakit.

Gereja Graha Maria Annai Velangkanni yang dibangun pada tahun 2001 ini menggunakan arsitektur Indo-Moghal.

Pembangunan Gereja ini di cetuskan oleh Pastur James Barathaputra, SJ yang merupakan seorang pastur Yesuit kelahiran India, lebih dari 40 Tahun beliau mengabdikan diri dan melayani para jemaat Kristen di Indonesia.

Nama Maria Annai Velangkani sendri memiliki makna Annai berarti Bunda dan Velangkanni merupakan nama sebuah desa di Tamil Nadu, India. 


Menurut kepercayaan Umat Katolik sekitar abad ke-17, Bunda Maria pernah menampakkan diri pada beberapa anak – anak di Velangkanni.

Hingga kini Desa Velangkanni di India terkenal sebagai Lourdes di Timur, berdirinya Maria Annai Velangkanni di Medan terinspirasi dari Bunda Maria Sang Penyembuh (Our Lady of Good Health) atau Annai Velangkanni.

Di bagian samping Gereja terdapat sebuah Kapel kecil, di tempat ini terlihat sebuah keajaiban beberapa hari setelah Graha Maria Annai Velangkanni diresmikan. 

Sebuah mata air muncul tepat di bawah Patung Bunda Maria yang berada di kapel kecil.

Para ilmuwan yang meneliti kandungan air tersebut mengungkap jika ternyata air ini dapat di minum tanpa harus dimasak terlebih dahulu karena terbebas dari Zat – Zat berbahaya.

Banyak yang mempercayai jika Air suci ini dapat meyembuhkan berbgai macam Penyakit, kini mata air dari Sumur tersebut di salurkan ke pipa – pipa kran untuk memudahkan para Pengunjung yang ingin mengambil Air Suci ini. Hingga kini Air Sumur suci di Medan di sebut juga sebagai Maria Bunda Penyembuh.


Selasa, 24 Februari 2015

Pesona Wisata Alam Batu Belah Yang Melegenda


Wisata alam Batu Belah? Bagi sebagian orang memang masih terlalu asing mendengar nama tersebut, namun tempat wisata alam di Medan ini memiliki pesona alam yang sangat memikat.

Wisata Batu Belah terletak di wilayah Sibolangit, Medan , lokasi Batu Belah berdekatan dengan Wisata Air Terjun Dua Warna.

Keindahan alam di sekitar Batu Belah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung, suasana hening di sekitar bumi perkemahan Sibolangit dan hijaunya pepohonan dan rumput ilalang yang tumbuh di sekitarnya seakan mampu memberikan  kedamaian bagi para Pengunjungnya.

Dinamakan Wisata Batu Belah karena untuk menikmati keindahan alam di tempat ini Anda harus melintasi sebuah jalan setapak yang terhalang oleh Dinding berupa batu besar, jika dari kejauhan terlihat seolah – oleh bagai Batu Terbelah.


Jika dari Medan untuk menuju ke kawasan wisata Batu Belah Anda hanya membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam perjalanan dari Medan menuju Berastagi.

Dibalik Batu Belah terdapat sebuah Air Terjun dengan kolam air yang sangat jernih, untuk melepaskan lelah para Pengunjung biasanya menceburkan diri berendam di Air pegunungan yang menyegarkan.
Sesampainya di Wisata Batu Belah para pengunjung biasanya mendirikan tenda – tenda di Bumi perkemahan Sibolangit dan berkunjung ke Air Terjun Dua Warna.

Harga tiket masuk ke kawasan wisata alam Batu Belah dan Air Terjun Dua Warna para Pengunjung wajib membayar tiket masuk wisata Batu Belah sebesar Rp 4.000 rupiah per orang.

Senin, 23 Februari 2015

Pesona Air Terjun Tongkat Dan Kolam Abadi Di Binjai, Medan


Liburan ke Medan jangan lupa mengunjungi Air Terjun Tongkat dan Kolam Abadi di Binjai. Keindahan air terjun serta kondisi Air di Kolam Abadi nan jernih siap memanjakan penglihatan Anda di saat berada di salah satu tempat wisata terbaik Medan ini.

Keindahan Air Terjun Tongkat dan Kolam Abadi di Binjai belakangan ini tengah menjadi topik hangat bagi sebagian besar wisatawan Dunia.

Hampir setiap harinya obyek wisata terbaik di Medan ini selalu ramai di kunjungi para Wisatawan, mereka datang untuk sekedar menyaksikan keindahan alam di sekitar Air Terjun dan merasakan kesejukan air Kolam di Binjai.

Air Terjun Tongkat dan Kolam Abadi terletak di Desa Rumah Galuh, Kelurahan Namuukur, Kecamatan Sei Binjai, Kabupaten Langkat tepatnya sekitar 28 km dari kota Binjai atau seitar 1 jam dari kota Medan.

Untuk mencapai obyek wisata ini para Pengunjung viasanya akan di temani dengan Pemandu dari Pelaruga dengan menbayar jasa Pemnadu sebesar Rp 40.000.

Untuk mencapai Air Terjun ini para Pengunjung harus berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang berada di tengah Hutan dengan waktu perjalanan sekitar 2 jam dengan medan yang cukup menantang yakni mendaki dan menuruni beberapa area perbukitan.

Namun jika Anda merasa kehausan di tengah jalan tak perlu khawatir sebab di setiap tikungan pendakian Anda akan menjumpai beberapa Pedagang yang menyediakan berbagai minuman hangat dan Makanan Ringan, Anda juga bisa beristirahat di tempat ini sambil melepaskan rasa lelah.

Setelah menyusuri jalan setapak selama 2 jam rasa lelah seakan sirna begitu saja saat Anda tiba di lokasi Air Terjun dan Kolam Air nan jernih.

Kolam Abadi ini hampir tak pernah sepi pengunjung, para wisatawan biasanya selalu mengabadikan gambar mereka dengan berfptp  di bawah guyuran air terjun yang mempesona.

Jumat, 20 Februari 2015

Menguak Keindahan Danau Linting Dan Tiga Goa Keramat Di Medan


Keindahan Danau Linting Medan menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian besar wisatawan, Pemandangan alam tersuguh di sekitar Danau indah yang dikelilingi rimbunnya pepohonan sungguh terlihat sangat menyejukkan.

Air Danau yang berwarna Hijau kebiruan dibalut dengan suasana alam yang menentramkan membuat siapapun merasa betah untuk berlama – lama berada di Danau ini.

Saat berada di lokasi ini para Wisatawan tak hanya di manjakan dengan keindahan Danau Linting namun ada pula beberapa tempat wisata alam yang indah yang ada di sekitar Danau Linting seperti Goa Tau Delapan Putri, Goa Emas dan Goa Perak.

Keindahan Goa – Goa di Medan ini sangat menakjubkan seperti Goa Tau Delapan Puteri yang di dalamnya terdapat beberapa Telaga indah yang jumlahnya ada Delapan.

Ke Delapan Telaga ini konon dahulunya tempat pemandian Delapan Puteri yang kecantikkannya laksana Bidadari dari Khayangan.


Kedelapan telaga di Goa Tau mempunyai nama sesuai dengan nama kedelapan puteri antara lain : Telaga Beru Ginting, Telaga Beru Sembiring, Telaga Putri Hijau, Telaga Putri Laut dan lainnya.
Masyarakat Medan percaya jika Air di kedelapan telaga tersebut mampu mengobati beberapa penyakit. 

Para  Wisatawan yang berkunjung ke Telaga Puteri dilarang keras menyentuh Air telaga. Dan bagi Pengunjung yang ingin mengambil Air Telaga untuk pengobatan harus meminta ijin kepada Juru Kunci yang menjaga dan merawat Telaga ini.

Sementara itu tak jauh dari Goa Tau terdapat Goa Emas dan Goa Perak yang tak kalah indah dengan Goa Tau, para Pengunjung wajib membayar tiket masuk sebesar Rp. 5.000 per orang untuk memasuki kedua Goa ini.

Goa Perak di yakini sebagai tempat tinggal Goa Naga, itulah sebabnya Goa Perak disebut juga dengan Goa Naga, bagian Dinding Goa perak berwarna perak.

Sementara itu Goa Emas yang letaknya berdekatan dengan Goa Perak terlihat lebih indah, pada bagian dinding Goa terlihat butiran – butiran emas yang menempel pada Dinding Goa saat tersorot lampu ruangan Goa akan terlihat berkilau bagaikan emas Murni.

Ketiga Goa keramat di Medan ini dipercaya Masyarakat setempat ada ‘penunggu’ nya sehingga tidak sembarang orang berani mengambil kekayaan alam yang tersimpan di dalam Goa keramat tersebut.


Rabu, 18 Februari 2015

Taman Alam Lumbini Tawarkan Keindahan Pagoda Tertinggi Di Indonesia


Mencari tempat wisata indah tak perlu jauh – jauh ke Luar Negeri karena di Sumatera Utara terdapat beberapa tempat wisata menarik salah satunya Taman Alam Lumbini yang berlokasi di Desa Tongkoh, Kecamatan Dolatrayat, Kabupaten Karo, tepatnya 50 Km dari Kota Medan.

Taman wisata ini menawarkan keindahan replica Pagoda Shwedagon yang ada di Myanmar sekaligus menjadi Pagoda tertinggi di Indonesia.

Untuk menuju ke area Pagoda ini, Anda akan melintasi sebuah je
mbatan gantung yang bernama Titi Lumbini, jembatan ini menjadi fasilitas penyebarangan disepanjang jembatan terdapat puluhan lentera cantik yang menggantung indah.

Tepat di bawah bangunan Pagoda terdapat sebuah taman hijau nan indah yang ditata dengan sangat cantik dan menarik serta keheningan suasana Hutan alam yang menyejukkan.

Di area Pagoda para Pengunjung akan disambut oleh kemegahan Replika Pagoda Shwedagon dengan arsitektur yang sangat megah dan indah dengan balutan cat berwarna emas.

Dibagian lain terdapat Patung – Patung Budha yang terbuat dari Marmer serta Relief-relief unik yang turut menghiasi bangunan utama Pagoda Shwedagon.

Sementara itu di bagian kiri bangunan utama terdapat sebuah menara yang mempunyai puncak berbentuk bekisar, dibagian bawah menara terdapat hiasan sulur berupa gelang-gelang emas dengan panjang sekitar 1,5 meter. 

Di puncak Pagoda terdapat puluhan lonceng cantik yang menjadi penghias, lonceng – lonceng ini kerap berdentang jika tertiup angin.

Saat berada di dalam Pagoda para Pengunjung harus mentaati semua peraturan yang telah ditetapkan seperti Tidak boleh memotret, tidak boleh berbicara keras dan kasar, tidak boleh makan dan Minum di area Pagoda dan harus melepaskan alas kaki.

Sama halnya dengan tempat ibadah umat Buddha lainnya, di area Pagoda Shwedagon Medan Anda akan mencium aroma pembakaran hio. 

Setelah puas menikmati keindahan Pagoda Shwedagon, Anda bisa berkunjung ke taman indah yang memiliki udara sejuk dan beragam tanaman hias serta aneka jenis tanaman Bunga yang cantik, disekitar taman terdapat beberapa Patung Budha yang menghiasi Taman Alam Lumbini di sekitar Medan.

Selasa, 17 Februari 2015

Bolu Meranti, Oleh-Oleh Khas Medan Yang Wajib Di Coba


Bolu Gulung Meranti sangat populer di Medan, makanan khas Medan ini menjadi Oleh – Oleh Khas Medan yang paling banyak di cari Wisatawan.

Pusat Oleh – Oleh Bolu Gulung Meranti paling enak di Medan berlokasi di Jalan. Sisingamangaraja atau tepatnya 1 kilometer dari Istana Maimun Medan.

Bolu Gulung Meranti memiliki cita rasa yang berbeda dengan Bolu Gulung lainnya, selain tekstur Bolu Gulung Meranti yang lembut, Bolu Meranti tersedia pula dengan berbagai aneka rasa seperti tersedia Toping isi Keju, Mocca, Kacang, Coklat, Strawberry, Nanas, Blueberry dan rasa lainnya.
Berbeda dengan Bolu gulung lainnya Bolu Meranti di jula dengan harga yang cukup mahal yakni berkisar Rp 80 ribu per buah.


Saat Anda berkunjung ke Toko Bolu Meranti di Medan Anda akan menjumpai para Para Pelayan Toko yang ramah dan antrian panjang para Pelanggan yang juga ingin membeli Jajanan khas Medan.
Bolu Meranti khas Medan ini tahan hingga 7 Hari jika di simpan di dalam Freezer dan tahan 3 hari jika di simpan di suhu ruangan.

Toko Bolu Gulung Meranti buka setiap hari mulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 16.00 sore .
Oleh – Oleh khas Medan yang satu ini menjadi hal yang wajib di beli saat Anda berlibur ke Medan, Sumatera Utara.

Jumat, 13 Februari 2015

Berburu Belanja Murah Dan Berkwalitas Di Pasar Petisah Medan


Pasar Petisah Medan yang berlokasi di Jalan majapahit ini masuk dalam daftar pasar tradisional di Medan, meski masuk dalam kategori pasar Tradisional namun Pasar ini terlihat bersih dan terawat. 
Pasar Petisah menjual berbagai kebutuhan pokok sehari – hari mulai dari produk Fashion, barang – barang elektronik, aneka bahan pangan dan sembako, aneka jajanan khas Medan serta lainnya.

Lokasi Pasar yang terletak di pusat kota Medan menjadi alternative untuk memudahkan para pembeli dan pengunjung Pasar yang ingin mampir ke Pasar Petisah. 

Begitu pula dengan wisatawan dari luar daerah tak suli mencari Pasar Petisah karena lokasi Pasar terlengkap di Medan ini berada di dekat Place Inn Hotel.


Bagi wisatawan yang menginap di Hotel ini maka untuk menuju ke Pasar Petisah hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit saja dengan menumpang angkutan kota dan membayar tarif Rp 2000 ribu.

Harga barang – barang yang di jual di Pasar Petisah  sangat menarik perhatian pasalnya semua barang yang dijual di Pasar ini dibanderol dengan harga yang sangta murah jika dibandingkan dengan harga barang di Mall – Mall besar di Medan.

Meski dibanderol dengan harga murah namun Anda tak perlu khawatir pasalnya barang yang di jual di Pasar ini memiliki kwalitas yang tak kalah bagus dengan barang – barang yang ada di Mall.

Selain menjula berbagai kebutruhan pokok, Pasar Tradisional ini menjual berbagai jenis kerajinan tangan yang merupakan kerajinan khas Medan seperti Ukiran,  Patung, Gelang, Anyaman, serta pernak-pernik menarik lainnya. 

Bagi wisatawan yang ingin membeli pakaian khas medan dapat membeli berbagai jenis kebaya dengan warna dan model yang sangat beragam tentunya dengan harga yang sangat murah.

Di pasar ini tawar menawar merupakan hal yang lumrah terjadi, hal unik lainnya adalah para penjual di Pasar Petisah Medan sangat beragam ada kaum etnis China, Jawa, Manado bahkan suku Sunda, tunggu apalagi segera berburu barang murah di Pasar Terpopuler di Medan.



Kamis, 12 Februari 2015

Pesona Danau Law Kawar Di Lereng Sinabung


Danau Law Kawar. Anda tentu masih ingat tentang letusan Gunung Sinabung yang sangat dashyat yang terjadi beberapa bulan lalu dalam waktu yang cukup lama, meski bencana tersebut telah berlalu namun bencana letusan Gunung Berapi masih tetap meninggalkan duka yang cukup mendalam.

Kini kondisi Gunung Sinabung berangsur pulih, para Penduduk setempat mulai mengerjakan aktifitas sehari – hari seperti bercocok tanam di sekitar lereng Sinabung.

Di lereng Gunung Sinabung terdapat sebuah danau indah yang sangat mempesona yang bernama Danau Lau Kawar. Meski Danau ini belum sepopuler Danau Toba dan Danau Siombak namun keindahan Danau ini menawarkan pemandangan alam yang sangat indah dan menyejukkan.

Danau di lereng Sinabung yang memiliki luas sekitar 200 hektar ini kerap di manfaatkan para pengunjungnya untuk bersantai saat libur akhir pekan tiba, bahkan sering pula di gunakan sebagai sebai tempat beristirahat setelah melakukan pendakian ke Puncak Sinabung. 

Saat merebahkan diri di tepi Danau yang indah para Pengunjung bisa menikmati hamparan Bukit – Bukit Hijau yang mengelilingi Danau cantik di lereng Sinabung.

Banyak aktifitas yang bisa Anda lakukan saat piknik ke Danau ini, Anda bisa menyewa boat untuk mengeksplor keindahan Danau Sinabung, atau bisa juga memancing di atas Rakit bamboo.
Anda juga bisa berjalan – jalan santai di sekitar Danau dan ikut mendirikan tenda di area camping ground jika berencana ingin bermalam di sekitar Danau cantik ini.

Tak perlu takut kesepian karena saat libur akhir pekan tiba biasanya area camping ini terlihat ramai dan kerap di manfaatkan oleh pengunjung lain untuk mendirikan tenda saat mereka ingin melanjutkan perjalanan menuju Puncak Sinabung.

Sebagai upaya untuk menjaga keamanan para pengunjung Danau di sekitar tepian danau telah dibuat pagar pembatas agar para pengunjung lebih nyaman dan aman saat menikmati keindahan danau tersebut. 

Untuk mencapai Danau Lau Kawar dari Kota Medan Anda bisa mengambil jalur ke arah Berastagi setealh itu perjalanan dilanjutkan menuju arah Gunung Sinabung. 

Senin, 09 Februari 2015

Wisata Alam Bukit Lawang Jadi Andalan Leuser Sumatera Utara


Wisata alam Bukit Lawang menjadi wisata andalan di Leuser karena kawasan Wisata ini menyimpan daya tarik Hewan langka Orangutan Sumatra dan keindahan hutan tropis. 

Bukit Lawang yang merupakan Pusat Pengamatan Orangutan Sumatra terletak di Desa Bukit Lawang, Bahorok Langkat Sumatera Utara. Areal Hutan di Bukit ini memiliki luas hingga 200 hektar.

Awalnya kasawan Bukit Lawang di gunakan sebagai pusat rehabilitasi orangutan, namun seiring perkembangan jaman, kawasan ini telah berubah fungsi menjadi Pusat Pengamatan Orangutan Sumatra atau biasa di sebut Viewing Centre. 

Kini kawasan wisata alam Bukit Lawang menjadi tempat wisata terpopuler di Sumatera Utara, setiap tahunnya para Wisatawan Asing maupun Wisatawan Lokal selalu berkunjung ke tempat hunian para Orangutan di Sumatra.

Untuk mencapai Bukit Lawang para Wisatwaan dapat menempuh perjalanan darat yakni dari Kota Medan Sumatera Utara menuju Kota Binjai jika Anda menumpang Kendaraan umum bisa melalui terminal bus Pinang Baris Medan, namun jika Anda menggunakan kendaraan pribadi Anda hanya menempuh perjalanana sekitar 2 jam dari Kota Medan.

Tak perlu khawatir memikirkan  akomodasi dan fasilitas di Bukit Lawang pasalnya Bukit Lawang tersedia berbagai pondok-pondok wisata yang bernuansa alami dengan tarif sewa yang bervariasi mulai Rp. 100.000  hingga Rp. 500.000 per malam termasuk Sarapan Pagi.

Selain itu fasilitas umum lainnya yang tersedia di Bukit Lawang adalah area Camping, Restoran, Perahu kecil untuk menyebrang ke Kawasan wisata Leuser, dan fasilitas umum lainnya yang cukup memadai.

Selain itu tersedia pula jasa Pemandu lokal yang berpengalaman dan siap menemani Anda berkeliling menyusuri keindahan Wisata alam Bukit Lawang di Leuseur serta beberapa Toko oleh – oleh khas Lombok yang menjual berbagai kerajinan Tangan dan ukiran indah khas Sumatera Utara.

Jumat, 06 Februari 2015

Pantai Biru Wisata Alam Medan Yang Menakjubkan


Pantai Biru Medan merupakan salah satu objek wisata terbaik di Medan, Sumatera utara, Pantai yang populer dengan sebutan Pantai sibiru- biru ini sebenarnya hanyalah sebuah Sungai yang lebar dan luas namun Masyarakat Medan biasa menyebutnya dengan Pantai.

Pantai biru terletak di Jalan Sibiru- biru Kab. Deli Serdang, Sibiru- biru Sumatera Utara, kawasan wisata ini sangat cocok bagi wisatawan yang gemar wisata alam.

Dari atas permukaan Pantai biru Anda bisa melihat pemandangan di dalam Sungai, itu karena Pantai Biru memiliki air yang sangat jernih, selain air Sungai yang jernih Anda bisa menikmati keindahan alam di sekitar Pantai yang sangat indah.


Para pengunjung  Pantai biasanya memanfaatkan waktu liburan mereka di Pantai ini sembari duduk bersantai sambil bercengkrama dengan orang – orang tercinta.

Saat libur akhir pekan tiba Pantai Si Biru – Biru akan terlihat ramai dan di padati para pengunjung pantai terlebih saat hari libur nasional tiba.

Saat berkunjung ke Pantai Biru Anda akan di sambut dengan keramahan para Penduduk lokal yang di kenal sangat santun dan bersikap gotong royong.

Saat menginjakkan kaki di sini tak ada salahnya untuk mampir ke tempat wisata kuliner di Medan, Anda bisa mengunjungi beberapa Restoran atau Rumah makan sederhana yang banyak berderet di sepanjang jalan Pinggiran Pantai.

Untuk mencapai Pantai Si Biru – biru Anda bisa menuju arah Padang Bulan Medan atau bisa menumpang angkutan kota KPUM D95 yang bisa mengantarkan para pengunjungnya langsung ke tempat tujuan. Harga tiket masuk Pantai Biru Medan sebesar Rp 5000 per orang.





Rabu, 04 Februari 2015

Tari Perang Di Nias Yang Unik Dan Bernuansa Mistis


Nias salah satu pulau di Sumatera Utara tak hanya di kenal dengan Tradisi Lompat Batu, selain tradisi Batu Ombo adapula atraksi budaya Nias tak kalah menarik yakni Tari Perang di Nias yang sarat dengan nuansa Mistis.

Tepat di Desa Bawomataluo di kawasan Teluk Dalam, Nias Selatan. Desa Bawomataluo terkenal dengan Tradisi Lompat Batu, para Pemuda di Desa ini selalu melakukan latihan Lompat Batu, selain itu para sesepuh di Desa ini kerap menggelar pertunjukkan Tari Fataele atau lebih di kenal dengan Tari Perang.

Tarian Fataele banyak di peragakan oleh Para Pria baik itu Pria Tua dan Muda, saat melakukan atraksi budaya ini para Penari harus menggunakan Baju Adat berwarna Hitam dan Kuning lengkap dengan aksesoris berupa tanduk Kerbau yang tancapkan di atas Hidung si Penari, penutup kepala dan persenjataan Perang lainnya seperti Tameng, Tombak, serta sebuah Pedang yang bernama Padang Tologu

Para Pria yang melakukan Tarian Perang jumlahnya tak terhitung bisa belasan Orang bahkan hingga puluhan Orang.

Mereka terbagi dalam dua kelompok yang saling berhadapan, kedua kelompok ini saling berhadapan kemudian saling mendekat dengan gerakan maju mundur layaknya orang sedang bertempur.
Suasana di arena pertempuran terlihat begitu meriah sekaligus menegangkan takkala kedua Kubu masing – masing melakukan gerakan yang terkesan ekstrem.

Tari perang di Nias ini mengisahkan tentang kehidupan Penduduk Nias pada jaman dahulu yang kerap terlibat perseteruan antar wilayah karena soal perebutan lahan hingga akhirnya mereka memutuskan untuk saling berperang.

Hingga pada akhirnya peperangan itu di kemas dalam bentuk Tarian yang kini menjadi daya tarik wisatawan Mancanegara.

Bagi wisatawan yang gemar melakukan aktivitas fotografi momen ini menjadi pemandangan yang luar biasa Indah, Anda bisa mengabadikan momen menarik dengan merekam dan mengambil foto – foto tradisi tari perang di Nias yang sangat unik.

Selasa, 03 Februari 2015

Taman Satwa Pematang Siantar Wisata Terpopuler Di Sumatera Utara


Taman Satwa Pematang Siantar memang layak menjadi tempat wisata terbaik di Sumatera Utara, terbukti objek wisata terbaik di Sumatera ini selalu ramai di kunjungi para wisatawan yang ingin menyaksikan aneka Satwa liar yang ada di Taman Satwa ini.

Tak terkecuali Artis cantik Indonesia Raline Shah yang memamerkan foto dirinya yang tengah asyik duduk di Atas Buaya besar berukuran Raksasa. Foto – Foto Raline Shah tersebut di posting di akun instagram pribadinya.

Belum lama ini Raline Shah berkunjung ke Taman Satwa Pematang Siantar yang berlokasi di Jalan Kapt MH Sitorus No 10, Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara. 

Selain mengunjungi obyek wisata Taman Satwa Pematang, Bintang Iklan Shampoo ini mengunjungi obyek wisata terpopuler di Sumatera Utara yakni Danau Toba.

Sekedar informasi Taman Satwa Pematang memiliki luas area hingga mencapai 4 Hektar dengan koleksi berbagai jenis Satwa yang di lindungi yang jumlahnya mencapai Ribuan Ekor Satwa dari 182 spesies yang ada di Taman Satwa. 

Selain Buaya Raksasa banyak pula Satwa liar lainnya yang jumlah Populasinya semakin menurun sebut saja Harimau Sumatera, Harimau putih, ular Pyton, Singa, Orang Utan dan masih banyak lagi hewan lainnya yang menjadi koleksi di Taman Satwa.

Taman Satwa Pematang Siantar dibuka sejak tahun 1936, Obyek wisata ini menjadi tempat wisata kebanggaan Kota Pematang Siantar.

Untuk menyaksikan tingkah polah aneka satwa Anda harus membayar tiket masuk ke  Taman Satwa Pematang Siantar dengan harga yang sangat terjangkau yakni sekitar Rp 10 ribu rupiah saja.

Saat berada di kawasan Taman Satwa Anda bisa menayksikan aneka koleksi Burung seperti Mulai dari Burung Kasuari hingga Burung Cendrawasih yang merupakan Burung khas Indonesia.

Selain melihat berbagai koleksi Burung Anda bisa menuju ke tempat lain seperti Kolam Ikan yang  setiap Kolamnya di isi oleh Ikan – Ikan yang sangat cantik.

Pilihan lain saat berada di Taman Satwa Pematang Siantar Anda bisa menyambangi Kandang Kera dan memberi makanan ke hewan Primata dengan cara melemparnya kearah kandang Monyet.


Senin, 02 Februari 2015

2 Ombak Di Mentawai Ini Jadi Spot Surfing Terbaik Di Dunia


Daya tarik objek wisata di Mentawai adalah ketinggian Ombak di Mentawai yang bisa mencapai 7 meter. Tak heran jika Pantai Mentawai Sumatera Barat kerap dijadikan lokasi surfing terbaik di Indonesia, kedua spot Surfing di Mentawai  bahkan masuk dalam daftar  spot surfing terbaik di Dunia. 

Selain wisatawan Lokal tak jarang Turis Asing berbondong – bondong untuk bermain selancar dan berusaha menaklukan sensasi keindahan Ombak Mentawai.

Keindahan Ombak yang di miliki Pantai Mentawai masuk dalam kategori 10 Ombak terbaik di Dunia versi Surfer Magazine.

Desti Seminora yang menjabat selaku Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Mentawai mengungkap bahwa kedua Ombak di Mentawai yang banyak di pilih para peselancar asing adalah  Spot Lances Right di Katiet dan Spot Macaronies di Silabu.

Kedua spot terbaik untuk surfing ini memiliki keunggulan yang tidak di miliki Pantai – Pantai terkenal di Dunia.

Di kedua Pantai setiap gulungan ombaknya memiliki terowongan ombak atau di sebut Barel dengan bentuk yang sangat teratur, ada yang berbentuk Terowongan, ada yang berlapis – lapis ada pula yang berbentuk Ular.

Hampir semua Ombak di Mentawai memiliki barel dengan panjang Ombak hingga mencapai 100 meter, tak heran jika Ombak Mentawai masuk dalam daftar Ombak terpanjang di Dunia.

Setelah puas bermain dengan ombak, Anda bisa menjelajahi setiap sudut Kota MentawaI yang tak hanya memiliki Keindahan Ombak yang menakjubkan namun juga Wisata alam di Mentawai lainnya seperti Danau di Mentawai, Sungai, serta Wisata Air terjun di mentawai yang tak kalah indah dengan Pantainya. 

Selain itu Mentawai juga memiliki 33 spot diving terbaik dan 40 lokasi pemacingan yang asyik.
Sementara itu untuk akomodasi lainnya Pariwisata di Mentawai telah menyediakan lebih dari 14 Hotel Mewah berstandar Internasional tentunya dengan fasilitas Hotel dan Resort yang serba lengkap, tunggu apalagi saat liburan tiba eksplorasi objek wisata Mentawai dan nikmati sensasi Ombak di Mentawai yang mendebarkan.