Kamis, 26 Maret 2015

Vihara Gunung Timur Medan, Kelenteng Terbesar Di Sumatera


Vihara Gunung Timur Medan yang terletak di jalan Hang Tuah 16, Medan di nobatkan sebagai Vihara terbesar di Sumatera, luas Vihara secara keseluruhan mencapai 5000 meter persegi.

Vihara Gunung Timur atau disebut juga Kelenteng Tao ini merupakan tempat beribadah umat Tao terbesar di seluruh kota Medan dan Wilayah Sumatera ini biasa digunakan untuk merayakan Imlek dan Cap Go Meh.

Letak Vihara yang menghadap ke Sungai Babura yang dipercaya dapat membawa aura keberuntungan bagi kelenteng kuno ini.

Selain berdekatan dengan Sungai Babura, Vihara ini berada tak jauh dari tempat ibadah umat Hindu yakni Kuil Shri Mariamman, sebuah kuil Hindu Tamil yang berbentuk unik dan menakjubkan.

Para wisatawan yang berkunjung ke komplek Vihara Gunung Timur harus mentaati segala peraturan yang telah ditetapkan, selama berada di dalam Komplek Vihara pere Pengunjung tidak diperbolehkan untuk berbicara keras, mengambil foto di dalam kelenteng, dan bersikap arogan karena dapat mengganggu kekhusyukan ibadah umat Budhha yang sedang melakukan ritual sembahyang. 


Saat menginjakkan kaki di halaman Vihara Gunung Timur Medan yang sangat luas, para Traveller akan menjumpai dua Patung naga yang telihat gagah gagah di bagian atap vihara, lengkap dengan dua ekor ikan raksasa berkepala naga yang ada di belakang.

Beberapa ornamen juga tampak menghias bagian atap Vihara, tepat di depan pintu masuk Vihara terlihat beberapa patung Singa yang terbuat dari batu hitam dan dua patung Singa (Ciok Say) yang terbuat dari batu putih, keberadaan arca tersebut seolah untuk menjaga kesucian vihara. 

Sementara itu di bagian dalam Vihara terdapat sebuah bedug atau tambur yang hanya dibunyikan ketika akan melakukan ritual atau sembahyang.

Di bagian lain tepatnya di altar Buddha, terdapat Patung Buddha Meitreya dan Patung Dewi Kwan Im, sedangkan di sebelah kanan Vihara terdapat altar Toa Pek Kong (Da Bo Gong) dan Thay Suei, serta beberapa Patung Thien Kou (Anjing Langit) Arca Pek Ho Kong (Harimau Putih) dan Arca Tho Te Kong (Dewa Tanah).

Vihara Gunung Timur Medan merupakan replica dari vihara yang ada di Tiongkok.

Rabu, 25 Maret 2015

Pesona Air Terjun Telaga Dwi Warna Sibolangit Medan


Air Terjun Telaga Dwi Warna yang terletak di kawasan Hutan Sibolangit Medan menawarkan keindahan alam yang jarang di temui di tempat lainnya salah satunya perpaduan dua warna yang berbeda karena itulah air terjun ini di namakan Air Terjun Dwi Warna.

Disebut Air Terjun Dwi Warna karena Air terjun di Medan ini terdiri dari dua warna yang berbeda, mata air yang satu berwarna Biru sedangkan yang satunya lagi berwarna Putih.

Untuk menuju ke Air Terjun ini para Pengunjung harus menempuh perjalanan sekitar 3 jam dengan cara melintasi Hutan dan taman wisata yang ada di Hutan Sibolangit.

Sepanjang perjalanan Anda akan di temani rimbunnya pepohonan rindang serta menyaksikan pemandangan Bukit Hijau di sekitar Hutan, meski harus melintasi jalanan curam dan berbatu namun kelelahan seakan langsung sirna saat Anda tiba di lokasi Air Terjun berwarna Biru dan Putih.


Kawasan Hutan lindung di Sibolangit memang belum sepenuhnya terjamah oleh Pariwisata Medan hal tersebut di karenakan lokasi Air Terjun Dwi Warna letaknya agak tersembunyi, oleh karena itu bagi Pengunjung yang ingin menikmati keindahan Air Terjun di Sibolangit di sarankan untuk menyewa jasa Tour Guide atau Ranger hutan yang berpengalaman agar tidak tersesat di dalam hutan. 

Selain indah kawasan Hutan yang sunyi dan tenang kerap di manfaatkan para Pengunjung untuk mendirikan tenda kemah di sekitar Air Terjun Telaga Dwi Warna, mereka biasanya camping di Hutan ini untuk menikmati pesona alam yang masih alami dan jauh dari hiruk pikuk keramaian Kota Medan.