Rabu, 04 Februari 2015

Tari Perang Di Nias Yang Unik Dan Bernuansa Mistis


Nias salah satu pulau di Sumatera Utara tak hanya di kenal dengan Tradisi Lompat Batu, selain tradisi Batu Ombo adapula atraksi budaya Nias tak kalah menarik yakni Tari Perang di Nias yang sarat dengan nuansa Mistis.

Tepat di Desa Bawomataluo di kawasan Teluk Dalam, Nias Selatan. Desa Bawomataluo terkenal dengan Tradisi Lompat Batu, para Pemuda di Desa ini selalu melakukan latihan Lompat Batu, selain itu para sesepuh di Desa ini kerap menggelar pertunjukkan Tari Fataele atau lebih di kenal dengan Tari Perang.

Tarian Fataele banyak di peragakan oleh Para Pria baik itu Pria Tua dan Muda, saat melakukan atraksi budaya ini para Penari harus menggunakan Baju Adat berwarna Hitam dan Kuning lengkap dengan aksesoris berupa tanduk Kerbau yang tancapkan di atas Hidung si Penari, penutup kepala dan persenjataan Perang lainnya seperti Tameng, Tombak, serta sebuah Pedang yang bernama Padang Tologu

Para Pria yang melakukan Tarian Perang jumlahnya tak terhitung bisa belasan Orang bahkan hingga puluhan Orang.

Mereka terbagi dalam dua kelompok yang saling berhadapan, kedua kelompok ini saling berhadapan kemudian saling mendekat dengan gerakan maju mundur layaknya orang sedang bertempur.
Suasana di arena pertempuran terlihat begitu meriah sekaligus menegangkan takkala kedua Kubu masing – masing melakukan gerakan yang terkesan ekstrem.

Tari perang di Nias ini mengisahkan tentang kehidupan Penduduk Nias pada jaman dahulu yang kerap terlibat perseteruan antar wilayah karena soal perebutan lahan hingga akhirnya mereka memutuskan untuk saling berperang.

Hingga pada akhirnya peperangan itu di kemas dalam bentuk Tarian yang kini menjadi daya tarik wisatawan Mancanegara.

Bagi wisatawan yang gemar melakukan aktivitas fotografi momen ini menjadi pemandangan yang luar biasa Indah, Anda bisa mengabadikan momen menarik dengan merekam dan mengambil foto – foto tradisi tari perang di Nias yang sangat unik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar